Gesper atau sabuk pinggang dan dasi bukanlah hal yang aneh baik bagi kalangan pekerja maupun pelajar. Tapi sedikit diantara kita tidak mengetahui atau bahkan mengerti efek negatif dari kedua benda ini.
Sebuah studi yang dilaporkan dalam Wall Street Journal menemukan penggunaan sabuk pinggang yang terlalu ketat(mungkin karena takut kedodoran kali ya?? hehehe) bisa menekan lateral, saraf femoral cutaneous yang berjalan dari perut ke paha luar. Hal lain yang bisa dialami adalah kondisi ini dapat membuat seseorang mengalami ketidaknyamanan di perut seperti muncul rasa kembung, mulas serta sering bersendawa beberapa jam setelah ia makan.
Sementara itu para ahli mengungkapkan penggunaan kerah baju dan dasi yang ketat bisa mengurangi sirkulasi darah ke otak serta meningkatkan tekanan intraokular yang merupakan faktor risiko penyakit glaukoma, seperti dikutip dari Indiavision, Jumat (24/2/2012).
Glaukoma adalah salah satu kondisi kerusakan saraf mata yang disertai dengan berkurangnya lapangan pandang, hal ini terkait dengan beberapa faktor yang salah satunya akibat tekanan bola mata yang tinggi. Tekanan bola mata yang normal adalah sekitar 10-20 mmHg, jika tekanan bola matanya melebihi batas tersebut atau diatas 30-40 mmHg maka berisiko terkena glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen. Orang dengan glaukoma lapang pandangannya semakin lama akan semakin sempit, seperti orang melihat pakai teropong.
Selain itu peneliti juga memperingatkan tren fashion lain yang digunakan terlalu ketat seperti penggunaan kaus kaki yang terlalu ketat bisa menyebabkan peredaran darah terganggu serta meninggalkan bekas di kulit yang kadang bisa bersifat abadi. Sedangkan pada orang yang sedang berencana ingin memiliki anak, maka hindari penggunaan celana yang terlalu ketat sepanjang waktu karena bisa memberikan tekanan bagi testis sehingga suhunya meningkat dan mengurangi jumlah serta kualitas sperma yang dihasilkan.
Efek dari pakai gesper dan dasi tiap hari
Cara menjadi dokter bagi diri sendiri
Kesehatan??? mmhh... mungkin bagi sebagian orang ada yang merasa kesehatan adalah yang paling penting, tapi tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa kesehatan itu "biasa" saja, jika sehat bagus, jika sakit tinggal datang saja ke dokter. Tapi percaya atau tidak, kesehatan harganya sangat mahal. Contoh kecilnya adalah jika kita semua masih bernafas gratis, tapi coba bayangkan jika kita harus bernafas dengan bantuan tabung oksigen, berapa ratus ribu atau jutaan rupiah yang harus kita bayar per jamnya...
Dalam postingan kali ini ane mau kasih tpis and trik buat bikin kita jadi lebih menjaga kesehatan. Daripada lama-lama, langsung aja cekibroot ya gan...
Cara menjadi dokter untuk diri sendiri seperti dikutip dari eHow, Jumat (24/2/2012) adalah sebagai berikut.
1. Minum air putih sebanyak-banyaknya
Tubuh yang sedang sakit butuh cukup cairan untuk memerangi penyakit dan infeksi. Meski tidak suka, paksakan terus untuk minum dan jika perlu gunakan cairan elektrolit sebab rasanya yang lebih variatif biasanya bisa mengatasi rasa eneg di perut.
2. Istirahatlah di tempat tidur
Pada saat sakit, gunakan seluruh cadangan energi untuk memerangi penyakit dan infeksi. Izin untuk tidak masuk kerja atau sekolah bukanlah kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan mengepel rumah, tetapi manfaatkan untuk istirahat.
3. Obati gejala
Beberapa jenis obat-obatan seperti misalnya antibiotik hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Namun obat-obatan untuk mengatasi gejala banyak yang dijual bebas, sehingga bisa dibeli sendiri. Gunakan obat-obat bebas yang sesuai untuk mengatasi nyeri kepala, pegal-pegal, demam dan kalau ada alergi.
4. Mandi air hangat
Sentuhan air hangat di kulit membantu menjaga kecukupan cairan terutama di permukaan tubuh, sekaligus melancarkan peredaran darah karena air panas membuat pembuluh darah melebar. Mandi juga membuat badan lebih bersih dan bisa meredakan stres.
5. Sesedikit apapun, paksakan untuk tetap makan
Nafsu makan selalu berkurang saat sedang sakit, namun bukan berarti boleh tidak makan. Tubuh butuh bahan bakar, jadi jangan sampai tidak makan.
6. Tidur siang
Istirahat malam saja tidak cukup bagi orang yang seadng sakit. Secara teratur, matikan televisi dan perangkat elektronik lain termasuk ponsel di siang hari lalu tidurlah senyenyak mungkin.
7. Jaga kebersihan
Daya tahan tubuh yang menurun saat sakit sering membuat orang terinfeksi kuman baru, ketika penyakit yang lama sudah hampir sembuh. Untuk mencegah terjadinya infeksi baru, pastikan saran klasik namun sangat berguna yakni cuci tangan sebelum makan.
Manusia pertama yang hidup tanpa jantung dan denyut nadi
Craig Lewis menjadi manusia pertama di dunia yang bisa tetap hidup meskipun tanpa jantung di dadanya. Semua ini berkat pengobatan spektakuler yang dilakukan oleh dua dokter dari Texas. Dokter Billy Cohn dan Bud Frazier dari Texas Heart Institute berhasil mengganti jantung milik Craig Lewis dengan sebuah alat pompa yang berfungsi layaknya jantung manusia.
Kini, Lewis bisa dibilang sebagai manusia tanpa jantung pertama yang berjalan di muka bumi. Tak hanya itu, jantung buatan tersebut membuat bapak ini tak memiliki denyut nadi. Hal ini dikarenakan cara kerja jantung buatannya yang tak berdetak seperti jantung asli, melainkan hanya memompa darah terus menerus tanpa henti. Tapi bagaimanapun hasilnya, selama alat ini berfungsi, Lewis akan tetap hidup meskipun tanpa detak jantung dan denyut nadi.
Yang menjadi kendala adalah karena tak memiliki denyut jantung maupun denyut nadi, jika bapak ini tiba-tiba pingsan, dan orang yang menolongnya tidak mengetahui riwayat kesehatannya, bisa saja Lewis langsung dikatakan meninggal. Padahal ia masih hidup. Bayangkan kekacauan yang terjadi jika ia tiba-tiba bangun di kamar mayat pada malam hari di rumah sakit dan tak ada orang lain yang mengetahuinya. hahaha, pasti gokil...
^,^







